Aktivitas Komunikasi Lintas Budaya Verbal dan Non Verbal dalam Ilmu Dakwah.
Oleh :
Novi Fitriatul Hasanah
Nim :
B01219041
Manusia merupakan makhluk sosial
yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam kehidupan sehari–hari manusia selalu melakukan
aktivitasnya dengan berinteraksi sesamanya. iInteraksi sosial merupakan syarat utama
terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Dakwah (Arab: دعوة,
da‘wah; "ajakan") merupakan kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak
dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah sesuai dengan garis aqidah,
syari'at dan akhlak Islam. Kata dakwah merupakan masdar (kata benda) dari
kata kerja da'a iyad'u yang berarti panggilan, seruan atau ajakan.
Kata idakwah sering dirangkaikan dengan kata "Ilmu" dan
kata "Islam", sehingga menjadi "Ilmu dakwah" dan Dakwah
Islam" atau ad-dakwah al-Islamiyah. Ilmu dakwah merupakan ilmu yang
berisi cara dan tuntunan untuk menarik perhatian orang lain supaya menganut, mengikuti,
menyetujui atau melaksanakan suatu ideologi, agama, pendapat atau pekerjaan tertentu.
Orang yang menyampaikan dakwah disebut "da'i" sedangkan yang menjadi objek
dakwah disebut "mad'u". Setiap muslim yang menjalankan fungsi dakwah Islam
adalah "da'i". Sementara dalam fiqhu ad-dakwah merupakan Ilmu yang memahami
aspek hukum dan tatacara yang berkaitan dengan dakwah, sehingga para muballigh bukan
saja paham tentang kebenaran Islam akan tetapi mereka juga didukung oleh kemampuan
yang baik dalam menyampaikan Risalah al Islamiyah. Dalam dakwah tujuan utamanya
untuk mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di iakhirat yang
diridai oleh Allah. Dalam dakwah baik dakwah fardiyah, dakwah ammah, bil-lisan,
bil-hal, bil-tadwin, maupun bil-hikamh, semua tidak lepas dari aktivitas interaksi.
aktivitas interaksi bisa terjadi secara verbal maupun non verbal. Lalu bagaimana
aktivitas komunikasi lintas budaya verbal dan non verbal dalam ilmu ad-dakwah.
Dalam kehidupan sehari-hari, tidak peduli dimana kita berada, kita selalu
berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang-orang tertentu yang berasal dari kelompok,
ras, etnik, atau budaya lain. Berinteraksi atau berkomunikasi dengan orang-orang
yang bebeda kebudayaan imerupakan pengalaman baru yang selalu kita hadapi walaupun
sekecil apapun perbedaannya. Berkomunikasi adalah kegiatan sehari-hari yang sangat
popular dan pasti dijalankan dalam pergaulan manusia. Aksioma komunikasi mengatakan
manusia selalu berkomunikasi, imanusia tidak bisa mehindari komunikasi. Komunikasi
merupakan suatu jembatan untuk hubungan timbal balik antara individu dengan individu,
kelompok dengan kelompok, dan individu dengan kelompok yang disebut dengan interaksi
sosial. Maka dari itu antara komunikasi dengan interaksi sosial tidak bisa dipisahkan,
karena dengan terbinanya komunikasi yang baik isudah pasti interaksi sosial terjadi
antara satu dengan lainnya.[1]
Ilmu sosial sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia sehari-hari.
Untuk itulah manusia disebut sebagai makhluk sosial, karena manusia tidak dapat
hidup sendiri. Perlu adanya komunikasi untuk bisa bertahan hidup sebagai makhluk
sosial. Pengertian dari komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator
kepada komunikan melalui media tertentu untuk menghasilkan efek/tujuan dengan mengharapkan
feedback atau umpan balik. Komunikasi sebagai alat yang digunakan masyarakat untuk
berinteraksi sesama manusia. Baik komunikasi lisan maupun tertulis sama-sama memiliki
andil dalam proses interaksi. Tidak bisa dipungkiri sebagian besar pribadi manusia
terbentuk dari hasil interaksi sosial dengan sesamanya di kelompok atau masyarakat.
Di dalam kehidupan, manusia akan berhadapan dengan berbagai bentuk penyesuaian,
mulai dari yang sederhana sampai dengan yang rumit, yang di dalamnya terdapat suatu
pola yang terdiri atas beberapa unsur tertentu yang dapat dilihat dengan jelas.
Masyarakat memiliki struktur yang berbeda antara satu dengan yang lainnya,
hal ini tergantung pada komplektifitas masyarakat itu sendiri. Masyarakat merupakan
suatu kesatuan individu yang dilihat dalam keseluruhannya satu dengan yang lain,
terbentuk atas interaksi yang berulang dan tetap. Biasanya perilaku verbal dan non
verbal mendukung satu sama lain dalam hidup bermasyarakat. Semua sistem tersebut
berjalan secara normal untuk sama-sama saling berkomunikasi dan menimbulkan makna
tertentu. Makna tertentu tersebut berasal dari isimbol yang menjadi suatu pemahaman
yang sama dan berlaku di masyarakat.
Komunikai non verbal digunakani pada masanya sebelum adanya bahasa verbal
yang digunakan untuk menyampaikan pesan kepada lawan bicara. Dapat dijelaskan bahwa
komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, entah lisan maupun
tulisan. Sedangkan komunikasi non verbal adalah komunikasi yang pesannya dikemas
dalam bentuk non verbal, tanpa kata-kata. Dalam hidup bermasyarakat tentunya komunikasi
non verbal jauh lebih banyak dipakai dari pada komunikasi verbal. Karena komunikasi
non verbal dinilai lebih spontan idalam proses interaksi sosial di masyarakat. Komunikasi
antarbudaya pada dasarnya mengkaji bagaimana budaya berpengaruh terhadap aktivitas
komunikasi: apa makna pesan verbal dan nonverbal menurut budaya-budaya bersangkutan,
apa yang layak dikomunikasikan, bagaimana cara mengkomunikasikannya (verbal nonverbal),
kapan mengkomunikasikannya.[2]
[1] Alo Liliweri,
Dasar – dasar Komunikasi Antabudaya, (Jogjakarta : Pelajar Press, 2000), hal 4
[2] Liliweri Alo, Dasar-Dasar
Komunikasi Antarbudaya, Yogyakarta. Pustaka Pelajar, 2013.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar