Senin, 07 Juni 2021

Aktivitas Komunikasi Lintas Budaya Verbal dan Non Verbal dalam Ilmu Dakwah

Aktivitas Komunikasi Lintas Budaya Verbal dan Non Verbal dalam Ilmu Dakwah.

Oleh :

Novi Fitriatul Hasanah

Nim :

B01219041

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam kehidupan sehari–hari manusia selalu melakukan aktivitasnya dengan berinteraksi sesamanya. iInteraksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Dakwah (Arab: دعوة, da‘wah; "ajakan") merupakan kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah sesuai dengan garis aqidah, syari'at dan akhlak Islam. Kata dakwah merupakan masdar (kata benda) dari kata kerja da'a iyad'u yang berarti panggilan, seruan atau ajakan.

Kata idakwah sering dirangkaikan dengan kata "Ilmu" dan kata "Islam", sehingga menjadi "Ilmu dakwah" dan Dakwah Islam" atau ad-dakwah al-Islamiyah. Ilmu dakwah merupakan ilmu yang berisi cara dan tuntunan untuk menarik perhatian orang lain supaya menganut, mengikuti, menyetujui atau melaksanakan suatu ideologi, agama, pendapat atau pekerjaan tertentu. Orang yang menyampaikan dakwah disebut "da'i" sedangkan yang menjadi objek dakwah disebut "mad'u". Setiap muslim yang menjalankan fungsi dakwah Islam adalah "da'i". Sementara dalam fiqhu ad-dakwah merupakan Ilmu yang memahami aspek hukum dan tatacara yang berkaitan dengan dakwah, sehingga para muballigh bukan saja paham tentang kebenaran Islam akan tetapi mereka juga didukung oleh kemampuan yang baik dalam menyampaikan Risalah al Islamiyah. Dalam dakwah tujuan utamanya untuk mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di iakhirat yang diridai oleh Allah. Dalam dakwah baik dakwah fardiyah, dakwah ammah, bil-lisan, bil-hal, bil-tadwin, maupun bil-hikamh, semua tidak lepas dari aktivitas interaksi. aktivitas interaksi bisa terjadi secara verbal maupun non verbal. Lalu bagaimana aktivitas komunikasi lintas budaya verbal dan non verbal dalam ilmu ad-dakwah.

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak peduli dimana kita berada, kita selalu berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang-orang tertentu yang berasal dari kelompok, ras, etnik, atau budaya lain. Berinteraksi atau berkomunikasi dengan orang-orang yang bebeda kebudayaan imerupakan pengalaman baru yang selalu kita hadapi walaupun sekecil apapun perbedaannya. Berkomunikasi adalah kegiatan sehari-hari yang sangat popular dan pasti dijalankan dalam pergaulan manusia. Aksioma komunikasi mengatakan manusia selalu berkomunikasi, imanusia tidak bisa mehindari komunikasi. Komunikasi merupakan suatu jembatan untuk hubungan timbal balik antara individu dengan individu, kelompok dengan kelompok, dan individu dengan kelompok yang disebut dengan interaksi sosial. Maka dari itu antara komunikasi dengan interaksi sosial tidak bisa dipisahkan, karena dengan terbinanya komunikasi yang baik isudah pasti interaksi sosial terjadi antara satu dengan lainnya.[1]

Ilmu sosial sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia sehari-hari. Untuk itulah manusia disebut sebagai makhluk sosial, karena manusia tidak dapat hidup sendiri. Perlu adanya komunikasi untuk bisa bertahan hidup sebagai makhluk sosial. Pengertian dari komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan melalui media tertentu untuk menghasilkan efek/tujuan dengan mengharapkan feedback atau umpan balik. Komunikasi sebagai alat yang digunakan masyarakat untuk berinteraksi sesama manusia. Baik komunikasi lisan maupun tertulis sama-sama memiliki andil dalam proses interaksi. Tidak bisa dipungkiri sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil interaksi sosial dengan sesamanya di kelompok atau masyarakat. Di dalam kehidupan, manusia akan berhadapan dengan berbagai bentuk penyesuaian, mulai dari yang sederhana sampai dengan yang rumit, yang di dalamnya terdapat suatu pola yang terdiri atas beberapa unsur tertentu yang dapat dilihat dengan jelas.

Masyarakat memiliki struktur yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, hal ini tergantung pada komplektifitas masyarakat itu sendiri. Masyarakat merupakan suatu kesatuan individu yang dilihat dalam keseluruhannya satu dengan yang lain, terbentuk atas interaksi yang berulang dan tetap. Biasanya perilaku verbal dan non verbal mendukung satu sama lain dalam hidup bermasyarakat. Semua sistem tersebut berjalan secara normal untuk sama-sama saling berkomunikasi dan menimbulkan makna tertentu. Makna tertentu tersebut berasal dari isimbol yang menjadi suatu pemahaman yang sama dan berlaku di masyarakat.

Komunikai non verbal digunakani pada masanya sebelum adanya bahasa verbal yang digunakan untuk menyampaikan pesan kepada lawan bicara. Dapat dijelaskan bahwa komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, entah lisan maupun tulisan. Sedangkan komunikasi non verbal adalah komunikasi yang pesannya dikemas dalam bentuk non verbal, tanpa kata-kata. Dalam hidup bermasyarakat tentunya komunikasi non verbal jauh lebih banyak dipakai dari pada komunikasi verbal. Karena komunikasi non verbal dinilai lebih spontan idalam proses interaksi sosial di masyarakat. Komunikasi antarbudaya pada dasarnya mengkaji bagaimana budaya berpengaruh terhadap aktivitas komunikasi: apa makna pesan verbal dan nonverbal menurut budaya-budaya bersangkutan, apa yang layak dikomunikasikan, bagaimana cara mengkomunikasikannya (verbal nonverbal), kapan mengkomunikasikannya.[2]

 



[1] Alo Liliweri, Dasar – dasar Komunikasi Antabudaya, (Jogjakarta : Pelajar Press, 2000), hal 4

[2] Liliweri Alo, Dasar-Dasar Komunikasi Antarbudaya, Yogyakarta. Pustaka Pelajar, 2013.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DAKWAH ISLAM BERBASIS MULTIKULTURAL

  DAKWAH ISLAM BERBASIS MULTIKULTURAL Makalah Diajukan Kepada Fakultas Dakwah dan Komunikasi Dalam Memenuhi Salah Satu Tugas Dakwah Mu...